Selasa, 01 Maret 2016

Tujuan dan Kegunaan Rekam Medis

1. Tujuan Rekam medis 

        Tujuan rekam medis adalah menunjang tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan
    pelayanan kesehatan di rumah sakit. (Dirjen Yanmed, 1997).

        Sedangkan administrasi, secara etimologi administrasi berasal dari kata latin "ad" dan
    "ministrare", yang berarti "Melaksanakan, menerapkan dan kemudian berarti pula
    mengendalikan". (Sughanda, 1987:7).

        Administrasi dapat juga dijelakan dalam arti sempit dan administrasi dalam arti luas. Dalam arti
    sempit menurut Handayaningrat (1996 : 2), yaitu "Administratie (Bahasa Belanda), yang meliputi
    kegiatan : catat mencatat, surat menyurat, pembukuan ringan, ketik mengetik, agenda dan
    sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan (clerical work)".

        Sedangkan dalam arti luas, pengertian administrasi dikemukakan oleh Sugandha (1991:3) adalah
    seluruh proses organisasi dalam penentuan sasaran dan pencapaiannya dengan menggunakan
    sumber-sumber yang tersedia secara efisien melalui orang lain secara berkoodinasi dengan
    menerapkan fungsi-fungsi perencanaan, eksekusi, pengorganisasian, persuasi kepemimpinan dan
    penilaian.

        Dan untuk menciptakan tertib administrasi tersebut perlu didukung dengan sistem atau
    pengelolaan rekam medis yang baik. sedangkan tujuan utama rekam medis menurut Huffman
    (1994) adalah "Untuk secara akurat dan lengkap mendokumentasikan sejarah kehidupan dan
    kesehatan pasien, termasuk penyakit masa lalu dan penyakit sekarang dengan penekanan pada
    kejadian-kejadian yang mempengaruhi pasien selama episode perawatan".

        Berdasarkan definisi tersebut maka tujuan utama rekam medis adalah untuk mendukung
    terciptanya peningkatan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien melalui pengelolaan
    administrasi atau pengelolaan rekam medis sejak penerimaan pasien sampai rekam medis
    digunakan lagi dengan tertib / sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan sebelumnya sehingga
    adanya pendokumentasian semua kegiatan pelayanan, serta adanya kegiatan pengolahan data atau
    adanya informasi yang lengkap, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

2. Kegunaan Rekam Medis

        Kegunaan rekam medis menurut Dirjen Yanmed (1997) dapat dilihat dari beberapa aspek antara
    lain :

    1) Aspek Administrasi
        Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai administrasi, karena isinya menyangkut tindakan
        berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga medis dan paramedis dalam
        mencapai tujuan pelayanan kesehatan.

    2) Aspek Medis
        Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai medik, karena catatan tersebut dipergunakan
        sebagai sadar untuk merencanakan pengobatan / perawatan yang harus diberikan kepada seorang
        pasien.

    3) Aspek Hukum
        Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai hukum, karena isinya menyangkut masalah adanya
        jaminan kepastian hukum atas dasar keadilan, dalam rangka usaha menegakkan hukum serta
        penyediaan bahan tanda bukti untuk menegakkan keadilan.

    4) Aspek Keuangan
        Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai uang, karena isinya mengnadung data / informasi
        yang dapat dipergunakan sebagai aspek keuangan.

    5) Aspek Penelitian
        Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai penelitian, karena isinya menyangkut data /
        informasi yang dapat dipergunakan sebagai aspek penelitian dan pengembangan ilmu
        pengetahuan di bidang kesehatan.

   6) Aspek Pendidikan
       Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai pendidikan, karena isinya menyangkut data /
       informasi tentang perkembangan kronologis dan kegiatan pelayanan medik yang diberikan
       kepada pasien. Informasi tersebut dapat dipergunakan sebagai bahan / referensi pengajaran di
       bidang profesi si pemakai.

   7) Aspek Dokumentasi
       Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai penelitian, karena isinya menyangkut sumber
       ingatan yang harus didokumentasikan dan dipakai sebagai bahan pertanggungjawaban dan
       laporan rumah sakit.

        Dengan melihat dari beberapa aspe tersebut di atas, rekam medis mempunyai kegunaan yang
    sangat luas, karena tidak hanya menyangkut antara pasien dengan pemberi pelayanan saja.
    Kegunaan rekam medis secara umum adalah

    a. Sebagai alat komunikasi antara dokter dengan tenaga ahli lainnya yang ikut ambil bagian di
        dalam memberikan pelayanan, pengobatan, perawatan kepada pasien.

    b. Sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan perawatan yang harus diberikan kepada seorang
        pasien.

    c. Sebagai bukti tertulis atas segala tundakan pelayanan, perkembangan penyakit dan pengobatan
        selama pasien berkunjung / dirawat di rumah sakit.

    d. Sebagai bahan yang berguna untuk analisa, penelitian, dan evaluasi terhadap kualitas pelayanan
        yang diberikan kepada pasien

    e. Melindungi kepentingan hukum bagi pasien, rumah sakit maupun dokter dan tenaga kesehatan
        lainnya.

    f. Menyediakan data - data khusus yang sangat berguna untuk keperluan penelitian dan pendidikan

    g. Sebagai dasar didalam perhitungan biaya pembayaran pelayanan medik pasien dan sebagai bukti
        untuk klaim asuransi bagi fasilitas pelayanan kesehatan dan pasien, sekaligus dasar analisa biaya
        pelayanan kesehatan.

    h. Menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan, serta sebagai bahan pertanggungjawaban
        dan laporan.

    i. Untuk mengidentifikasi insiden penyakit sehingga rencana bisa disusun untuk memperbaiki
       kesehatan menyeluruh.

    j. Sebagai dasar untuk perencanaan dan pemasaran dengan mengidentifikasi data yang perlu untuk
       memilih dan mempromosikan fasilitas pelayanan kesehatan.

        Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi maka muncul perubahan paradigma baru
    rekam medis menjadi manajemen informasi kesehatan (MIK), sehingga titik sentral pekerjaan
    terpusat pada butiran informasi yang tanpa batasan ruang dan waktu maka kegunaan rekam
    medispun mengalami perubahan menjadi lebih luas.
        Kegunaan rekam medis tersebut Mnurut Institute of Medicine (Disck, Steen, dan Detmer 1997),
    dibedakan dalam kegunaan utama dan sekunder serta peruntukannya sesuai priorotas sebagai
    berikut :
    a. Kegunaan utama
        1) Bagi pasien yang memperoleh pelayanan kesehatan
            - Mencatat jenis pelayanan yang telah diterima
            - Sebagai alat bukti pelayanan
            - Memungkinkan tenaga kesehatan menilai dan menangani kondisi risiko
            - Mengetahui biaya pelayanan
            RM yang lengkap harus memuat data / informasi tentang pemberian pelayanan kesehatan
            pada setiap kebutuhan secara jelas.

        2) Kegunaan RM bagi pihak pemberi pelayanan kesehatan (Provider) untuk
            - Membantu kelanjutan pelayanan (sarana komunikasi)
            - Menggambarkan penyakit dan penyebab (sebagai pendukung diagnostik kerja)
            - Menunjang pengambilan kepuusan tentang diagnosis dan pengobatan
            - Menilai dan mengelola risiko perorangan pasien
            - Memfasilitasi pelayanan sesuai dengan pedoman praktek klinis
            - Mendokumentasi faktor risiko pasien
            - Menilai dan mencatat keinginan dan kepuasan pasien
            - Menghasilkan rencana pelayanan
            - Menetapkan saran pencegahan atau informasi promosi kesehatan
            - Sarana pengingat para klinisi
            - Menunjang pelayanan pasien
            - Mendokumetasikan pelayanan yang diberikan

        3) Kegunaan dalam manajemen pelayanan pasien
            - Mendokumentasikan adanya kasus penyakit campur (mix case) dan prakteknya
            - Menganalisis kegawatan penyakit
            - Merumuskan pedoman praktek menangani risiko
            - Memberikan corak untuk penggunaan pelayanan
            - Dasar penelaahan dalam penggunaan sarana pelayanan (utilisasi)
            - Melaksanakan kegiatan menjaga mutu (qulity assurance)

        4) Kegunaan RM dalam menunjang pelayanan pasien
            - Alokasi sumber
            - Menganalisis kecenderungan dan mengembangkan ramalan
            - Menilai Beban kerja
            - Mengkomunikasikan informasi berbagai unit kerja
            - Kegunaan RM diperuntukkan bagi sumber organisasi pelayanan kesehatan, analisis dan
              komunikasi

        5) Kegunaan bagi pembayaran dan penggantian biaya
            - Mendokumentasikan pelayanan pembayaran
            - Mengetahui biaya yang harus dibayar
            - Pengajuan klaim asuransi
            - Mempertimbangkan dan memutuskan kliam asuransi
            - Dasar dalam menetapkan ketidakmampuan (kompensasi pekerja)
            - Penetapan biaya
            - Melaporkan biaya
            - Menyelenggarakan analisis aktuarial (tafsiran pra penetapan asuransi)

    b. Kegunaan sekunder RM
        1) Edukasi
            - Mendokumentasikan pengalaman profesional dibidang kesehatan
            - Menyiapkan sesi pertemuan dan presentasi
            - Bahan pengajaran siswa /  mahasiswa

        2) Peraturan (regulasi)
            - Sebagai bukti pengajuan perkara ke pengadilan (litigasi)
            - Membantu pasca pemasaran surveillance
            - Menilai kepatuhan sesuai standar pelayanan
            - Akreditasi profesional dan rumah sakit
            - Membandingkan organisasi pelayanan kesehatan

        3) Riset
            - Mengembangkan produk baru
            - Melaksanakan riset klinis
            - Menilai teknologi
            - Studi keluaran pasien
            - Studi efektifitas dan efektifitasnya penggunaan biaya pelayanan pasien
            - Mengindentifikasi populasi yang berisiko
            - Mengembangkan registrasi dan database
            - Menilai efektifitas penggunaan biaya sistem rekaman

        4) Pengambilan kebijakan
            - Mengalokasi sumber
            - Melaksanakan rencana strategis
            - Memonitor kesehatan masyarakat

        5) Industri
            - Menjalankan riset dan pengembangan
            - Merencanakan strategi pemasaran

        Banyaknya kegunaan RM di atas dapat diwujudkan dan diadayagunakan amat tergantung pada
    kualitas isi RM dan peran serta kemampuan tenaga pengelola. Oleh karena itu pimpinan setempat
    harus memperhatikan kualitas dan kedisiplinan tenaga yang terkait secara keseluruhan.

Sumber : Akasah, Modul : Pengelolaan Sistem Rekam medis I (PSRM), Politeknik Piksi Ganesha Bandung, 2008, Bandung

Oke, sekian postingan untuk hari ini mengenai tujuan dan kegunaan rekam medis, semoga bermanfaat untuk semuanya, jika ada yang ingin ditanyakan bisa di komen saja ya, sampai nanti pada postingan selanjutnya. Terimakasih telah berkunjung ke Blog saya. :-D

1 komentar:

  1. Jika anda tertarik dengan aplikasi atau layanan absensi online, anda dapat mengunjungi blog yang saya buat :)
    Aplikasi Absensi Online

    BalasHapus