Senin, 29 Februari 2016

Kegiatan dan Falsafah Rekam Medis

1. Kegiatan Rekam Medis 
    Kegiatan Rekam medis Berdasarkan SK Dirjen Yanmed No. YM.00.03.2.2.1296 tahun 1996, yaitu
    1) Penerimaan pasien
    2) Pencatatan
    3) Pengelolaan data medis
    4) Penyimpanan rekam medis
    5) Pengambilan kembali (retrival)

    Sedangkan berdasarkan Pedoman Akreditasi RS tahun 2002, Yaitu :
    1) Penerimaan pasien (Pencatatan data sosial pasien)
    2) Pencatatan data - data pelayanan
    3) Pengelolaan data (Coding, Indexing)
    4) Pelaporan
    5) Peyimpanan / Pengambilan kembali

    Dari penjelasan di atas maka secara garis besar kegiatan rekam medis terdiri dari 3 kegiatan yaitu :
    1) Pencatatan, yaitu pencatatan identitas pasien dilakukan di tempat pendaftaran atau tempat
        penerimaan pasien (TPP) baik dirawat jalan, UGD maupun rawa inap dan dikerjakan oleh
        petugas rekam medis. Pencatatan Anamnesa, pemeriksaan fisik, diagnosis, pemeriksaan
        penunjang, terapi dan tindakan medis dilakukan di tempat pelayanan kesehatan rawat jalan
        UGD dan rawat inap serta ruang pemeriksaan penunjang.

    2) Pengelolaan berkas / dokumen atau pengarsipan, yaitu upaya mengelola rekam medis agar
        isinya lengkap, mudah disimpan dan mudah diambil kembali jika dibutuhkan. Pengelolaan ini
        berkaitan dengan tempat penyimpanan rekam medis, sistem penomoran, alat - alat yang
        digunakan, Assembling, analisa kuantitatif dan analisa kualitatif.

    3) Pengelolaan data, yaitu kegiatan mengumpulkan, menghitung dan menganalisa data - data dari
        kegiatan maupun data - data medis dan non medis yang ada di rekam medis sehingga menjadi
        sebuah laporan atau informasi yang dibutuhkan baik oleh pihak intern maupun pihak ekstern.
            Pengolahan data meliputi pengumpulan data dari buku register dipindahkan ke sensus harian
        dari tiap tempat penerimaan pasien /  pendaftaran dan tempat pelayanan, kemudian dari rekam
        medis apabila sudah lengkap dapat dilakuakn pengolahan data dengan kegiatan koding yaitu
        pemberian kode pada diagnosa kemudian dilakukan kegiatan indeks atau pengelompokan
        berdasarkan identitas pasien, alamat, penyakit, dokter yang merawat dll. Kemudian
        direkapitulasi / penghitungan dan analisa di rekam medis untuk menjadi laporan intern maupun
        ekstern.

2. Falsafah Rekam Medis
    Berdasarkan definisi rekam medis pada postingan sebelumnya, maka rekam medis juga dapat
    dikatakan sebagai bukti tertulis proses pelayanan yang diberikan dokter dan tenaga kesehatan
    lainnya kepada pasien, hal ini merupakan cerminan kerjasama lebih dari 1 orang tenaga kesehatan
    untuk menyembuhkan pasien. Bukti tertulis pelayanan dilakukan segera setelah pemeriksaan
    tindakan, pengobatan sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
    Dengan demikian falsafah dari rekam medis mengandung nilai - nilai ALFRED AIR
    Administration
    Legal
    Financial
    Riset
    Education
    Documentation

    Akurat
    Informatif
    Responsibility 


Sumber : Akasah, Modul : Pengelolaan Sistem Rekam medis I (PSRM), Politeknik Piksi Ganesha Bandung, 2008, Bandung

Oke, sekian postingan mengenai kegiatan dan falsafah rekam medis, semoga bermanfaat untuk semuanya, jika ada yang ingin ditanyakan dikomen saja ya. sampai nanti pada postingan selanjutnya. Terimakasih telah berkunjung ke Blog saya. :-D

Pengertian Rekam Medis

1. Istilah Rekam Medis
    Sebutan lain atau istilah - istilah rekam medis diantaranya adalah :
    Medical dokumen            = Dokumen Medis
    Medical Notes                 = Catatan Medis
    Medical Record               = Rekam Medis
    Health Record                 = Rekaman Kesehatan
    Personel Health Record  = Rekaman Kesehatan Pribadi
    Famility Health Record   = Rekaman Kesehatan Keluarga
    Medical report                 = Laporan Medis

        Di Indonesia sebelum adanya Permenkes No. 749a tahun 1989 tentang rekam medis digunakan
    istilah catatan medis dan setelah adanya Permenkes tersebut maka istilah atau sebutan secara
    beragam menggunakan istilah Rekam Medis sedangkan di negara Eropa istilah yang banyak
    digunakan adalah Medical record atau Health record.

2. Definisi Rekam Medis
    Definisi atau pengertian rekam medis dari suku katanya dapat diartikan sebagai berikut :
    -  Rekam menurut kamus besar Bahasa Indonesia (1995:828) adalah
       1. Berkas atau sesuatu yang diucapkan dan ditulis
       2. Hasil perekaman yang berupa keterangan mengenai hasil pengobatan terhadap pasien
    -  Sedangkan pengertian medis menurut kamus besar Bahasa Indonesia (1995:640) adalah
       "Termasuk atau berhubungan dengan bidang kedokteran" 

    Sedangkan definisi atau pengertian rekam medis menurut para ahli diantaranya yaitu : 
    1) Huffman (1981:33) rekam medis adalah
        "Informasi mengenai siapa, apa, mengapa, dimana, bilamana, dan bagaimana pelayanan yang
        diberikan kepada pasien selama masa perawatannya. Agar lengkap maka rekam medis harus
        berisi informasi yang cukup dan secara jelas menerangkan identitas pasoen, mendukung
       diagnosa, membenarkan pengobatan yang diterimanya serta mencatat hasil - hasil pemeriksaan            secara tepat".

    2) Hatta (Sabarguna, 2004:63) rekam medis adalah
        "Siapa, apa, mengapa, dimana, harapan dan bagaimana pelayanan yang diperoleh seorang pasien
        selama dirawat dan diobati".

    3) Peraturan Menteri Kesehatan No. 269/Menkes/Per/III/2008 tentang rekam medis
        "Rekam medis adalah berkas yang berisiskan catatan dan dokumen tentang identitas pasien,
        pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien".

    4) Dirjen Pelayanan Medis (2006)
        Rekam Medis adalah keterangan baik yang tertulis maupunyang terekam tentang identitas,
        anamnesa, penentu fisik laboratorium, diagnosa, segala pelayanan dan tindakan medis yang
        diberikan kepada pasien, dan pengobatan baik yang dirawat inap, rawat jalan, maupun yang
        mendapatkan pelayanan gawat darurat.

    5) Dari pengertian menurut permenkes dan dirjen yanmed tersebut menurut Shofari (2002) dapat
        dijelaskan yang dimaksud dengan :

        a. Catatan yaitu hasil tulisan tentang sesuatu untuk diingat yang dilakukan pada media
            pencatatan yaitu formulir

        b. Rekaman yaitu segala sesuatu yang direkam (cetakan, gambar, foto, suara) untuk dapat
            dibaca, dilihat, didengar kembali dalam suatu media rekaman

        c. Identitas pasien adalah data yang khas yang membedakan anara individu diantaranya yaitu :
            - Nama
            - Tanggal Lahir/Umur    
            - Jenis Kelamin
            - Alamat
            - Status Perkawinan

        d. Data sosial, yaitu data yang menjelaskan tentang sosial, ekonomi dan budaya dari pasien,
            seperti :
            - Agama
            - Pendidikan
            - Pekerjaan
            - Identitas Orang Tua
            - Identitas Penanggung Jawab Pembayaran

        e. Anamnesa adalah suatu kegiatan wawancara antara pasien / keluarga pasien dan dokter atau
            tenaga kesehatan lainnya yang berwenang untuk memperoleh keterangan - keterangan tentang
            keluhan dan penyakit yang diderita pasien.
            Anamnesa dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :
            a) Auto-anamnesa yaitu kegiatan wawancara langsung kepada pasien karena pasien dianggap
                mampu tanya jawab  
            b) Allo-anamnesa yaitu kegiatan wawancara secara tidak langsung atau dilakukan wawancara
                / tanya jawab pada keluarga pasien atau yang mengetahui tentang pasien.
                Allo-anamnesa dilakukan karena :
                - Pasien belum dewasa (anak - anak yang belum dapat mengemukakan pendapat terhadap
                  apa yang dirasakan)
                - Pasien dalam keadaan tidak sadar karena sesuatu
                - Pasien tidak dapat berkomunikasi
                - Pasien dalam keadaan ganggunguan jiwa

         f. Pemeriksaan fisik, yaitu pengumpulan data dengan cara melakukan pemeriksaan kondisi fisik
            dari pasien.
            Pemeriksaan fisik meliputi :
            - Inspeksi, yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat/memperhatikan
              keseluruhan tubuh pasien secara rinci dan sistematis.
            - Palpasi, yaitu pemeriksaan fisik dengan cara meraba pada bagian tubuh yang terlihat tidak
              normal
            - Perkusi, yaitu pemeriksaan fisik dengan mengetuk daerah tertentu dari bagian tubuh dengan
              jari atau alat, guna kemudian mendengar suara resonansinya dan meneliti resistensinya.
            - Auskultasi, yaitu pemeriksaan fisik dengan mendengarkan bunyi - bunyi yang terjadi karena
              proses fisiologi atau patologis di dalam tubuh, biasanya menggunakan alat bantu stetoskop.

        g. Pemeriksaan Penunjang, yaitu suatu pemeriksaan medis yang dilakukan atas indikasi tertentu
            guna memperoleh keterangan yang lebih lengkap. Tujuan pemeriksaan ini adalah :
            a) Terapeutik, yaitu untuk pengobatan tertentu
            b) Diagnostik, yaitu untuk membantu menegakkan diagnosis tertentu
                Contih : Pemeriksaan laboratorium, Rontagen, USG, dll

        h. Diagnosis, yaitu penetapan jenis penyakit tertentu berdasarkan analisis hasil anamnesa dan
            pemeriksaan yang teliti. Penetapan ini penting sekali artinya untuk menetukan pengobatan
            atau tindakan berikutnya. Diagnosa ditinjau dari segi prosesnya, yaitu :
            a) Diagnosis awal atau diagnosis kerja, yaitu penetapan diagnosis awal yang belum diikuti
                dengan pemeriksaan yang lebih mendalam 
            b) Diagnosis banding (deferensial diagnosis), yaitu sejumlah diagnosis (lebih dari 1) yang
                ditetapkan karena adanya kemungkinan - kemungkinan tertentu guna pertimbangan medis
                untuk ditetapkan diagnosisnya lebih lanjut.
            c) Diagnosis akhir, yaitu diagnosis yang menjadi sebab mengapa pasien dirawat dan
                didasarkan pada hasil - hasil pemeriksaan yang mendalam.
            Sedangkan ditinjau dari segi keadaan penyakitnya, yaitu :
            a) Diagnosis utama, yaitu jenis penyakit utama yang diderita pasien setelah dilakukan
                pemeriksaan yang lebih mendalam
            b) Diagnosis komplikasi, yaitu penyakit komplikasi karena berasal dari penyakit utamanya
            c) Diagnosis kedua, ketiga dst atau Diagnosis Co-Morbid, yaitu penyakit penyerta diagnosis
                utama yang bukan berasal dari penyakit utamanya atau sudah ada sebelum diagnosis utama
                ditemukan.

         i. Prognosis, yaitu ramalan medis dan hasil pemeriksaan dan diagnosis berdasarkan teori - teori
            atau hasil penelitian pada penyakit yang bersangkutan. Kemungkinannya yaitu :
            a) Cenderung baik (dubia ad bonam)
            b) Cenderung memburuk (dubia ad malam)

         j. Terapi, yaitu pengobatan yang diberikan kepada pasien atas dasar indikasi medis atau
            diagnosis yang ditemukan dokter. Terapi dapat berupa :
            a) Terapi medikamentosa, yaitu pengobatan yang diberikan dalam bentuk obat / bahan kimia
            b) Terapi suportif, yaitu pengobatan yang diberikan dalam bentuk dukungan moral untuk
                proses penyembuhan pasien
            c) Terapi invasif, yaitu pengobatan dengan melakukan tindakan yang menyebabkan
                disintegrasi (tidak utuhnya) jaringan atau organ

        k. Tindakan medis, yaitu suatu intervensi medis yang dilakukan pada seseorang berdasar atas
            indikasi medis tertentu yang dapat mengakibatkan integritas jaringan atau organ terganggu.
            Tindakan tersebut dapat berupa :
            a) Tindakan terapetik yang bertujuan untuk pengobatan
            b) Tindakan diagnostik yang bertujuan untuk menegakkan atau menetapkan diagnosis.
                Tindakan medis hanya dapat dilakukan apabila telah dilakukan informed consent, yaitu
                persetujuan atau penolakan pasien yang bersangkutan terhadap tindakan medis yang akan
                diterimanya setelah memperoleh informasi lengkap tentang tindakan tersebut.
            
        Dari penjelasan di atas terlihat bahwa rekam medis dalam arti sempit hanya sebagai pencatatan,
    dokumen atau perekaman dari identitas pasien, dan semua pemeriksaan dan tindakan pada pasien
    selama berobat di tempat pelayanan kesehatan.
        Rekam medis juga dapat diartikan secara lebih luas lagi seperti dijelaskan oleh Geoffery A.
    Robinson (1966)
    1. Arti Sempit = "Catatan kasus - kasus setiap pasien yang dirawat di rumah sakit"
    2. Arti luas = Catatan dan data sebagai akibat hubungan langsung maupun tidak langsung dengan
        segala aktifitas di rumah sakit yang berkaitan  dengan pengobatan pasien 

    Sedangkan menurut Dirjen Yanmed (2006)
    "Rekam Medis mempunyai pengertian yang sangat luas, tidak hanya sekedar kegiatan pencatatan,
    akan teapi mempunyai pengertian sebagai sistem penyelenggaraan suatu instalasi / unit
    kegiatan. Sedangkan kegiatan pencatatannya sendiri hanya merupakan salah satu bentuk kegiatan
    yang tercantum di dalam uraian tugas yang dimulai pada saat diterimanya pasien di rumah sakit,
    diteruskan kegiatan pencatatan data medik pasien selama pasien itu mendapatkan pelayanan medik
    di rumah sakit dan dilanjutkan dengan penanganan berkas rekam medis yang meliputi
    penyelenggaraan penyimpanan serta pengeluaran berkas dari tempat penyimpanan untuk melayani
    permintaan / peminjaman apabila dari pasien atau untuk keperluan lainnya."

Sumber : Akasah, Modul : Pengelolaan Sistem Rekam medis I (PSRM), Politeknik Piksi Ganesha Bandung, 2008, Bandung

Oke, sekian postingan mengenai pengertian rekam medis, semoga bermanfaat untuk semuanya.  jika ada yang ingin ditanyakan bisa di komen saja ya, sampai nanti pada postingan selanjutnya. Terimakasih telah berkunjung ke Blog saya. :-D